Rabu, 26 Agustus 2015 0 komentar

Wanita

 Bu, Calon Istriku Gak Bisa Masak

Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.

"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"

"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.

"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."

"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.

"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe"

"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"

Aku menatap Ibu dengan tak paham.

Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil menyentil hidungku.

"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"

Aku masih tak paham juga.

"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu.

"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya"

Saya makin bingung Bu.

"Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah."

Beliau berbalik menatap mataku.

"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.

"Iya tentu saja Bu.."

"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."

Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"

"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."

Aku hanya diam terpesona.

"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."

"Iya Buu..."

Aku mulai paham,
"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."

Ibuku tersenyum.

"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"

"MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"

"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya."

sumber :Wanita
Senin, 30 Maret 2015 0 komentar

Charity Match Liverpool (Steven Gerrard XI Vs Jamie Caraggher XI)

29 Maret 2015, Pertandingan perpisahan steven gerrard yang diselenggarakan Liverpool untuk mengenang kontribusi pengabdian Stevie G. selama 17 tahun dari tahun 1998 s/d 2015 dengan mengundang beberapa teman koleganya yang pernah bermain seperti Fernando Torres, Zabi Allonso, Pepe Reina, atau dari beberapa rival klub seperti Didier Drogba, John Terry sampai Thiery Henry, adapun pertandingan tersebut juga digunakan sebagai pertandingan perpisahan beberapa pemain liverpool yang tidak sempat mengadakan pertandingan perpisahan dengan fans Liverpool.

Susunan Tim Gerrard XI :
Babak I: Brad Jones, Anthony Gerrard, Glen Johnson, John Terry, John Arne Riise, Kevin Nolan, Steven Gerrard, Xabi Alonso, Ryan Babel, Thierry Henry, Jerome Sinclair

Babak II: Jones, Warnock, Williams, Dann, Johnson, Adam, Spearing, Babel, Gerrard, Torres, Suarez

Susunan Tim Carragher XI :
Babak I: Pepe Reina, Jon Flanagan, Jamie Carragher, Alvaro Arbeloa, Martin Kelly, Harry Kewell, Stewart Downing, Lucas, Jonjo Shelvey, Didier Drogba, Mario Balotelli.

Babak II: Reina, Clichy, Kelly, Moreno, Carragher, Lucas, Noone, Borini, Bellamy, Balotelli, Luis Garcia
 
 
 
 
 
 
 
 

 Sumber : Indonesia Liverpool dan Google
Rabu, 04 Maret 2015 0 komentar

Jack One Officers Team 2015

Seksi Pencairan Dana

Seksi Umum

Seksi Vera

Seksi Bank

Seksi MSKI

Full Team penuh Semangat






Kamis, 08 Mei 2014 0 komentar

Alasan Fans Liverpool Semakin Banyak

Apa yang terjadi dengan Liverpool belakangan ini? Gagal meraih trofi menjadi kebiasaan laiknya bangun kesiangan. Sudah dua dekade The Reds gagal mengangkat trofi Liga Inggris. Ya, semenjak berganti nama menjadi Premier League, Liverpool belum sekali pun menjadi kampiun. Sehingga tameng berkedok 18 trofi itu seperti sudah keropos dan lambat laun tak berguna.





Pencapaian terindah Liverpool pada era modern jelas terjadi pada 2005. Saat itu Tuhan memberikan sebuah keajaiban yang pantas dijadikan salah satu keajaiban dunia di buku RPUL. Memiliki skuad yang sebenarnya biasa saja, Liverpool berhasil menggembuk Milan yang berisi Kaka, Pirlo, Shevchenko, Crespo, Cafu, Maldini, dll. Menang dengan cara comeback setelah tertinggal 3-0 dan menang melalui adu penalti. Sebuah harapan muncul.

Namun, harapan tersebut hanya tertahan satu tahun kala mereka kembali Comeback saat memastikan diri Juara Piala FA 2006. Liverpool menjadikan Paul Konchesky seperti Roberto Carlos. Bukan, bukan soal kepala plontosnya. Tapi lebih ke gol jarak jauh "kebetulan" yang bersarang di gawang Pepe Reina saat itu. Beruntung, Captain Fantastic lagi-lagi menyelamatkan tim lewat Bom Atom dari jarak 30 meter. Liverpool kembali menang lewat adu penalti.

Setelah itu, Liverpool menjelma menjadi tim besar yang medioker (bahasa apa itu). Liverpool tenggelam bersama bayang-bayang Manchester United, Chelsea, hingga Manchester City (Tak ada nama Arsenal dan Tottenham Hotspur karena mereka juga belum meraih trofi pada medio setelah 2006).

Tunggang langgang di Premier League, hingga gagal menembus zona Liga Champions dalam 3 musim terakhir menjadi puncak mediokeritas The Reds. Baru musim lalu Liverpool kembali mengangkat Piala Carling (Piala Liga Inggris). Ya, Piala yang harganya tidak sampai gaji Gerrard dalam satu pekan.

Terbiasa untuk bersabar dan menjadi fans paling sabar di dunia, itu yang paling cocok disematkan untuk Liverpool. Para wanita, pilihlah fans Liverpool sebagai kekasih maka kalian semua akan bebas berbelanja dan berbuat seenaknya tanpa ada yang protes (asal jangan selingkuh. Itu seperti melihat Liverpool dibantai tim macam Southampton, Aston Villa, dan West Bromwich Albion, SAKIT). Cukup beri mereka satu waktu untuk menonton laga Liverpool pada akhir pekan dan satu waktu untuk menikmati Surga Dunia bernama Bir.

Tak ada yang berbeda dengan Liverpool musim ini. Saya tak berbicara soal gaya bermain, manajer dan pemain anyar. Tapi lebih ke posisi di klasemen. The Reds berhasil stabil diperingkat 7-8. Hanya Malaikat Jibril yang bisa membuat The Reds finis empat besar bahkan peringkat lima pada akhir musim.

Tapi apa yang terjadi, Fans Liverpool khususnya di Indonesia malah berkembang sangat pesat musim ini. Uniknya, mereka datang dari kalangan muda yang seharusnya menjadi glory hunter dan mendukung tim seperti Man. United, Man. City, Chelsea, Real Madrid, Barcelona, dan Juventus. (Kembali tak ada nama Arsenal dan Tottenham karena alasan seperti yang sudah ada sebelumnya).

Saya akan coba menyebutkan beberapa hal yang membuat kawula muda ini memilih mendukung Liverpool ketimbang tim-tim yang sedang naik daun belakangan ini.

1. Anti Mainstream sedang marak di Indonesia dan mendukung Liverpool adalah sebuah anti mainstream yang tak memalukan. (Kalian bisa mengingat kenangan indah masa lampau, 18 leagues and we won it 5 times. Jika anti mainstream mendukung Everton? Saya berpikir satu jam untuk mencari kelebihan tim itu.)

2. Liverpool musim ini bermain indah. Ya, setidaknya ketika ditanya, kalian bisa menjawab "Liverpool asik banget nih mainnya." Walau kadang lebih menimbulkan Teka-Teki ketimbang Tiki-Taka.

3. Pemain Liverpool ga ada yang jelek. Ganteng semua gitu. (Sterling, Sturridge, dan Wisdom masih masuk kategori Cute dan Manis). Jangan heran jika tahun ini penggemar wanita Liverpool meningkat drastis. Ga ada pemain yang berwajah macam Gervinho, Bacary Sagna, hingga Cheick Tiote di tim ini.

4. Liverpool adalah musuh bebuyutan Man. United. Jadi bagi mereka Man. United Haters (Haters terbanyak di dunia sepak bola), cara paling tepat adalah menjadi pendukung The Reds dan menghina Setan Merah semau mereka.

5. Menjadi tim yang paling tepat didukung oleh para musisi. Chant yang dimiliki Liverpool beragam, enak didengar, dan mudah dilantunkan. (Saya tak berbicara tentang lagu Poor Scouser Tommy).

6. Kami adalah tim dengan masa depan tercerah. Jika gagal musim ini, kami akan bilang masih ada musim depan, kami akan juara musim depan. We Are The Next Season Team. Sudah terjadi sejak 2007.

7. YNWA!! Sebuah slogan "Mati" kami. Ya, ini bisa menjadi tembok terakhir ketika Liverpool mengalami kekalahan atau masalah. Bisa juga untuk kamu yang ingin menyemangati sang kekasih. Atau kamu yang ingin menemani jaga malam satpam yang sedang jalan-jalan agar dia tidak jalan-jalan sendiri. You'll Never Walk Alone menjadi kalimat indah tak terlupakan yang mudah diucapkan.

Saya tak tahu kapan Liverpool akan kembali menjadi Raja Inggris dan Eropa. Tetapi Tuhan punya rencana hingga akhirnya membuat kita semua mendukung tim ini. Jika kalian sedang mencari jati diri dengan tim sepak bola yang kalian dukung, jadikan Liverpool pilihan terakhir. Mengapa? Karena sekali kalian mencoba mencintai tim ini, maka cinta kalian berlangsung abadi dan tanpa syarat.

Sumber
 
;